Bagi pecinta Seiko, tentunya tidak asing dengan sosok yang satu ini. Ya, dialah Kintaro Hattori, pendiri dari perusahaan Seiko. Dalam entri ini, saya mencoba mengutip sedikit biografi tentang beliau. Kintaro Hattori lahir pada tanggal 9 Oktober 1860 di Uneme-Cho, Kyobashi, Tokyo. Sejak umur 15 tahun dia mulai belajar tentang cara menjual dan memperbaiki sebuah jam di toko jam Sakata di Ueno. Lalu menginjak usia 17 tahun, dia pulang ke kotanya dan memasang plang "Hattori Clock Repairer" di depan rumahnya.
Tahun 1881, dia mendirikan sebuah toko, yaitu K.Hattori & Co, di Uneme-Cho, tidak jauh dari rumahnya. Karena reputasi baiknya, beberapa perusahaan asing ikut mendistribusikan produk mereka lewat K.Hattori & Co. Tahun 1887, Kintaro Hattori memindahkan bisnisnya ke jalan utama Ginza, pusat perekonomian saat itu. Bahkan tahun 1895, dia mendirikan bangunan dengan menara jam pertama setinggi 16 meter.
Tahun 1892, dari uang hasil penjualan jam-jam impornya, Kintaro Hattori memutuskan untuk membangun sebuah pabrik jam yaitu Seikosha Factory. Seikosha berasal dari kata Seiko/ Seikakuna yang dalam bahasa Jepang berarti akurat.
(Tsuruhiko Yoshikawa)
Kintaro dan seorang insinyur bertalenta, Tsuruhiko Yoshikawa, mulai memproduksi jam dinding (Seiko's Bonbon Clock) di Ishiwara-cho. Lalu tahun 1893, dia memindahkan pabriknya ke Yanagijima-cho. Dan sejak tahun 1895, Seikosha mulai mengekspor jam hasil produksinya.
Beberapa produk yang dihasilkan Seikosha saat itu antara lain jam dinding di tahun 1892, jam kantung yang dinamai Timekeeper di tahun 1895, jam alarm tahun 1899, jam kantung Excellent di tahun 1902 dan jam kantung terkenal bernama Empire di tahun 1909. Lalu tahun 1913, Seikosha memproduksi jam tangan pertama di Jepang, yaitu Laurel.
Seikosha mengalami krisis terbesarnya pada bulan September 1923 akibat gempa bumi "Great Kanto". Hampir seluruh asetnya habis terbakar akibat gempa tersebut. Tahun 1924, Kintaro mulai membangun lagi perusahaannya, dan bulan Desember 1924 Kintaro memperkenalkan pada dunia merk baru untuk jam tangannya, yaitu SEIKO.
Pembangunan terus dilakukan. Puncaknya pada tahun 1932, dimana dilakukan penyempurnaan bangunan utama K. Hattori & Co, dengan menara jam di atasnya, yang sampai saat ini menjadi salah satu warisan arsitektur di Ginza, yang kita kenal sebagai Wako Clock Tower.
Setahun kemudian, tahun 1933, Kintaro Hattori jatuh sakit, dan akhirnya meninggal di tahun 1934 pada usianya yang ke 73 tahun. Akan tetapi nama dan semangatnya akan tetap hidup sampai kapanpun.
Sumber : museum.seiko.co.jp